Permohonan Lisensi Operasinya Ditolak, Nexo Gugat Regulator Kepulauan Cayman

icostalk.com/ – Nexo menggugat regulator Kepulauan Cayman karena menolak permohonan lisensi penyedia layanan aset virtual (VASP) mereka. Berdasarkan gugatan yang diajukan pada 12 Januari 2023, crypto lending platform itu berharap keputusan tersebut dibatalkan.

Adapun otoritas keuangan Kepulauan Cayman menolak pengajuan dari Nexo pada 20 Desember 2022. Mereka mengatakan bahwa model bisnis perusahaan yang didirkan oleh Antoni Trenchev ini tidak memenuhi profil risiko yang disyaratkan.

“Nexo menimbulkan risiko kepercayaan market, perlindungan konsumen, dan reputasi negara kami sebagai pusat keuangan,” jelas Cayman Islands Monetary Authority (CIMA).

Direktur dan pemegang saham Nexo disebut telah gagal mengungkapkan kepada CIMA masalah penegakan peraturan potensial di Amerika Serikat (AS) dan proses di pengadilan Inggris.

Nexo Beri Pembelaan

Sementara itu, pengacara Nexo berpendapat bahwa keputusan CIMA secara prosedural tidak adil dan regulator itu turut melanggan kewajiban konstitusional dan undang-undang (UU) mereka sendiri dengan tidak memberi tahu alasan rinci penolakan tersebut.

Pihak Nexo menambahkan bahwa mereka telah menyampaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan hal yang disoroti regulator Kepulauan Cayman selama proses permohonan lisensi operasi mereka.

Perusahaan menolak kekhawatiran CIMA tentang litigasi di pengadilan Inggris. Mereka mengatakan bahwa hal itu adalah tindakan yang dilakukan oleh crypto exchange BitMEX terhadap Nexo dan mantan karyawan atas kepemilikan akun BitMEX.

Crypto lending platform itu tidak hanya ingin keputusan CIMA terhadap mereka dibatalkan. Pihak Nexo juga ingin agar pengadilan memutuskan bahwa mereka layak untuk mendapatkan lisensi operasi terkait dan memerintah CIMA untuk mendaftarkan Nexo sebagai pihak yang memiliki lisensi penyedia layanan aset virtual di negara itu.

Kantor Nexo Digerebek Polisi Bulgaria

Nexo akhir-akhir ini mendapat sorotan tajam usai kantor mereka di Sofia, Bulgaria digrebek oleh kepolisian setempat pada 12 Januari kemarin sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan pencucian uang dan kejahatan pajak.

Juru bicara kepala kejaksaan Bulgaria, Siyka Mileva, mengatakan bahwa lebih dari 300 polisi, jaksa, dan agen keamanan nasional ambil bagian dalam operasi itu.

Pihak berwenang sedang menyelidiki crypto lending platform yang memiliki markas pusat di London, Inggris, itu atas dugaan pencucian uang, kejahatan pajak, dan pelanggaran yang melibatkan kegiatan perbankan tanpa izin. Penyelidikan sejauh ini terbatas di yurisdiksi Bulgaria.

Terkait hal ini, Antoni Trenchev, selaku co-founder Nexo dan mantan anggota parlemen Bulgaria, membenarkan adanya penggerebekan tersebut.

“Mereka menanyakan tentang entitas Bulgaria dari grup [Nexo] yang tidak berhadapan langsung dengan pelanggan [kami], tetapi hanya memiliki fungsi back office seperti untuk penggajian, dukungan pelanggan, dan kepatuhan,” jelas Antoni Trenchev.

Dia menegaskan bahwa perusahaannya adalah salah satu entitas yang paling ketat dalam urusan know-your-customer (KYC) dan anti-pencucian uang (AML).

Akun Twitter Nexo menulis, “Beberapa regulator baru-baru ini mengadopsi pendekatan ‘kick first, ask questions later’. Di negara-negara korup, itu berbatasan dengan pemerasan, tapi itu juga akan berlalu. Kami selalu bekerja sama dengan otoritas dan regulator terkait, dan kami berharap akan ada berita menarik di minggu-minggu mendatang.”

Dalam kurang dari 48 jam berikutnya, jaksa Bulgaria telah mendakwa 4 orang sebagai bagian dari penyelidikan terhadap Nexo. Pihak berwenang pada 13 Januari menuduh 4 warga negara Bulgaria itu membentuk kelompok kejahatan terorganisir, yang mungkin termasuk kegiatan yang berkaitan dengan pencucian uang dan perbankan tanpa izin.

Alami Permasalahan Regulasi di AS

Sebelum kejadian ini, Nexo juga menjadi perhatian setelah pada Desember 2022 mengumumkan akan angkat kaki dari market AS dengan alasan regulasi yang membingungkan dan kontradiktif.

Keputusan ini membuat semua produk dan layanan Nexo di AS akan dihentikan secara bertahap dan teratur selama beberapa bulan mendatang. Langkah ini diambil setelah lebih dari 18 bulan dialog dengan itikad baik dengan para regulator AS yang pada akhirnya menemui jalan buntu.

Nexo mengaku menghadapi kondisi ketika para regulator tidak mau berkoordinasi satu sama lain, dan bersikeras mengambil posisi yang dinilai tidak konsisten satu sama lain. Menurut mereka, hal ini menciptakan lingkungan yang tidak memungkinkan untuk beroperasi secara efisien dan menciptakan nilai yang diharapkan bagi pelanggannya.

Mereka menilai bahwa regulator AS secara tersirat menolak mendukung perkembangan bisnis blockchain. Atas dasar itu, Nexo tidak yakin bahwa regulator AS dapat menjamin kepentingan terbaik bagi pelanggan mereka.

Setelah hal itu, Nexo mengaku akan mendedikasikan waktu dan upaya mereka untuk mengembangkan produk dan layanan bagi yurisdiksi yang memahami pentingnya teknologi blockchain di dunia yang mendigitalkan diri dengan cepat.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.